Menjamurnya Minimarket Menggusur Pedagang Kecil


Tingkat pertumbuhan outlet minimarket di Jakarta seperti jamur di musim hujan. Jumlahnya mencapai sekitar 1.200 unit pada tahun 2010. Mengguritanya minimarket di pelosok Ibu Kota membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangguhkan izin minimarket baru sejak tahun 2006. Namun, bukannya berhenti, jumlah minimarket justru semakin meningkat.

Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri mengingatkan Gubernur DKI harus untuk segera menindak tegas para pengusaha minimarket yang diduga menyalahi aturan perizinan pendirian minimarket. Menjamurnya minimarket justru berpotensi mematikan usaha kecil, terutama pedagang pasar tradisional.

Read more of this post

Advertisements

Pasar Tradisional vs Pasar Modern


Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern dewasa ini sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota metropolitan tetapi sudah merambah sampai kota kecil di tanah air.

Sangat mudah menjumpai minimarket, supermarket bahkan hipermarket di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menjanjikan tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya.
Read more of this post

Harga Cabe Melonjak, Petani Menjerit


Beberapa hari yang lau, saat pergi ke pasar dan ingin membeli cabe di salah satu Pasar di daerah Klaten, saya sangat terkejut karena menjelang Tahun Baru 2011 harga cabe meningkat secara drastis dengan rata-rata pedagang menjual Rp. 80.000,- an per kg. Harga tersebut menaik drastis, dimana biasanya hanya Rp. 37.000,- s/d Rp. 40.000,- per kg. Kenaikan ini, membuat rakyat semakin menjerit dimana kebutuhan pokok yang lain juga meningkat.

Read more of this post

Mencontoh Korsel tentang “Eco Product”


Soal pengembangan UMKM ramah lingkungan, Indonesia perlu meniru Korea Selatan (Korsel). UMKM di negara ginseng ini sudah terkenal dengan teknologi untuk menghasilkan produk ramah lingkungan. Banyak usaha dikembangkan oleh UMKM di sana, mulai dari energi terbarukan seperti energi solar, bioenergi, dan bioetanol, hingga produk-produk yang memiliki kualifi kasi eco product dan diproses secara eco green. Read more of this post

“Eco Product”, Tuntutan Zaman bagi UMKM


Di tengah keterbatasan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut menghasilkan produk ramah lingkungan. Agar adil, mereka perlu dukungan. Dengan tujuan, agar ide kreatif ramah lingkungan tidak mati. Sebagai sebuah usaha, UMKM merupakan model ekonomi yang strategis dan kreatif dari rakyat. Dari UMKM banyak dilakukan terobosan kreatif dalam rangka daya saing. Ekonomi berbasis rakyat kecil UMKM kini mengalami banyak kemajuan, baik dari segi jumlah maupun aset. Kini jumlahnya telah mencapai 52,77 juta atau 99 persen dari total pengusaha di Indonesia. Read more of this post