Harga Facebook $50 Milyar Terlalu Tinggi


Hasil jajak pendapat yang baru saja dirilis kemarin memperlihatkan banyak investor berpikir bahwa asetnya Facebook dinilai lebih dari yang seharusnya. Di sisi lain, Google menganggap Facebook bukan ancaman. Lalu ada apa ini?

Laba bersih menunjukkan angka $355 juta dari total pendapatan kotor USD 1.2 milyar (per Sept 2010), Person Of The Year, hingga film The Social Network. Tahun 2010 memang tahunnya Facebook. Bahkan icon berwarna biru dengan huruf ‘F’ di dalamnya itu menghiasi hampir semua website.

Investor pun melihat lampu hijau itu kian terang benderang. Investor terakhir, Goldman Sachs, menilai Facebook sebesar USD 50 juta. Penilaian ini meneguhkan tekad awak Facebook untuk melakukan penawaran saham perdana ke publik (initial public offering)—IPO, mulai April 2012.

Dalam perjalanan karir, saya pernah menjadi Financial Controller (sekarang sudah pensiun dini). Saya tahu persis, dalam standar akuntansi baik GAAP, FASB, IFRS dan badan-badan standar lainnya jelas mengatur bahwa secara resmi nilai suatu perusahaan adalah nilai yang dinyatakan oleh penilai independent (independent appraiser) terakhir. Jika ada investor yang tidak percaya, maka mereka berhak untuk melakukan penilaian ulang dengan menggunakan penilai bebas yang dia tunjuk sendiri.

Sementara, itu banyak pihak—terutama media-media besar—mulai kasak-kusuk, ngrumpi sana-sini, dan bertanya-tanya apakah perusahaan sejenis yang sudah besar seperti Google akan sanggup bertahan diantara bayang-bayang Facebook yang ketat menguntit dari belakang.

Boom! Akhirnya pukulan itu datang juga terhadap Facebook.

Index BlombergSumber: Bloomberg

Kemarin (28/1/2011), Blomberg mengeluarkan hasil jajak pendapat dari kalangan investor yang memperlihatkan hasil mengejutkan:

  1. Tak kurang dari 69% investor besar dari penjuru dunia menganggap asset Facebook dinilai terlalu tinggi.
  2. Hanya 10%  menganggap wajar (pantas)
  3. Ada 4% yang menganggap penilaian itu terlalu rendah; dan
  4. Ada 17% responden yang manyatakan tidak tahu.

Salah satu investor yang tergolong besar, John J. Lee dari PGB (Trust & Investments) mengatakan bahwa mereka yang berinvestasi berharap Facebook akan menjadi seperti Google. Dan mungkin perusahaan-perusahaan sejenis juga dalam kondisi yang sama. Dengan menjadi media sosial pertama yang di tawarkan ke pasar modal, tentu saja Facebook menjadi pemenang, menjadi perusahaan baru yang memiliki pertumbuhan tinggi, dan semua itu sangat berpotensi membuat penialian terhadap perusahaan menjadi terlalu tinggi.

Sebagian besar respoden bahkan mengatakan bahwa penilaian asset Facebook adalah, “beginning of a dangerous new bubble”—awal dari sebuah gelembung berbahaya.

Stephen Cohen, juru bicara Goldman Sachs untuk New York, menolak berkomentar. Juru bicara Facebook, Jonathan Thaw, juga enggan berkomentar, dia hanya mengatakan bahwa mereka (Facebook) berkonsentrasi untuk membuat sesuatu ang berharga untuk masyarakat dan membangun bisnis mereka untuk jangaka panjang, seperti dikutip oleh Bloomberg.

Saya sebagai orang yang sudah 15 tahun menggeluti bidang keuangan, bisa memaklumi bahwa ada tantangan tersendiri dalam penilaian perusahaan-perusahaan berbasis internet dan website. Mengapa? Karena sebagian besar kekayaan mereka adalah ‘intangible asset’ (kekayaan tidak berwujud), yang dijadikan basis penilaian adalah nilai keunggulan yang tidak kasat mata—sulit untuk diukur.

Saya masih ingat bagaimana hebohnya kasus akuisisi yang dilakukan oleh Time Warner terhadap AOL di tahun 2000. Dua tahun kemudian (2002) AOL Time Warner (nama baru setelah merger) akhirnya terpaksa harus mengakui bahwa penilaian yang mereka lakukan pada saat akuisisi terlalu tinggi, lalu mereka harus melakukan write-off terhadap intangible asset mereka yang akhirnya membuat AOL Time Warner membukukan kerugian hingga USD 99 milyar. Salah satu skandal bisnis terheboh setelah kasus Enron.

Meskipun perlakun akuntansi dan metode penilaian terus diperbaharui mengikuti perkembangan parktek bisnis, sepanjang sejarah hingga saat ini, intangible asset adalah perdebatan panjang dalam berbagai tingakatan.

Lain daripada itu, kita tahu bahwa Facebook adalah perusahaan baru. Artinya tidak memiliki catatan sejarah keuangan di masa-masa yang lalu. Orang-orang kuangan termasuk akuntan independent dan investor, sangat konservatif untuk wilayah ini. Mereka tidak akan mengkuai assersi keuangan tanpa bukti fisik. Dalam praktek bisnis umum, pelaku bisnis cenderung lebih mempercayai akuntan independent untuk hal ini.

Selain logika dan asumsi yang saya sampaikan di atas, jika mau menyertakan sedikit teori konspirasi (bukan hanya untuk seru-seruan, tetapi kuat instinct saya mengatakan, perbincangan pekan depan akan mengarah ke sini), ada 2 kemungkinan dibalik jajak pendapat ini:

  1. Ada perusahaan sejenis yang takut terkejar—Google. Pertanyaannya: siapa investor yang menjadi responden dalam jajak pendapat ini? Jangan-jangan mereka investornya Google.
  2. Mereka (investor) sesungguhnya tertarik untuk membeli saham Facebook, akan tetapi mereka menginginkan harga yang lebih murah (angka terakhir yang saya peroleh, harga saham biasa berhak suara Facebook USD 635 per lembar). Dengan hasil jajak pendapat ini, mereka berharap nilai asset Facebook bisa diturunkan, sehingga harga saham akan turun juga?

Bagaimanapun juga, hasil jajak pendapat ini akan menjadi topik perbincangan seru di awal pekan depan. Saya melihat, besar kemungkinanya perbincangan akan lebih banyak yang menyoroti tentang: Apa motivasi media (Bloomberg) dalam hal ini melakukan jajak pendapat seperti ini? Apa yang ada dibalik hasil jajak pendapat ini? Kita tunggu sampai senin.

Sumber : KOMPASIANA

About Prista Ayu
Mahasiswa yang baru belajar nGeblog, Ngeblog untuk sekedar sharing ilmu, pengalaman, dokumentasi hidup, dan mencari teman. Boleh hanya numpang lewat tapi kalau mau komentar akan saya beri ucapkan terima kasih plus backlink gratis karena Blog ini sudah Dofollow -:). Boleh ngasih saran, kritik, caci maki tapi kalau nyepam tak masukin penjara Akismet he he he he ….

5 Responses to Harga Facebook $50 Milyar Terlalu Tinggi

  1. andinoeg says:

    wow, uang segitu bisa buat bayar hutang negara

  2. Pingback: Penasaran Siapa Yang Melihat Profile Anda di Facebook ? Sebaiknya Jangan ! « Prista Fantasia

  3. Pingback: KIBER Jejaring Sosial Baru Ala Anak Negeri « Prista Fantasia

  4. Pingback: Facebook Pindah Kantor Pusat « Prista Fantasia

  5. adriansah says:

    USD 635 per lembar gak salah tuh???? bukannya USD 38??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: