Transportasi Umum Idaman


Sesak , panas, macet, sering telat, semrawut, ngebut dan tidak aman itulah kesan yang terlintas dalam benak kita saat mendengar kata transportasi atau angkutan umum. Berbagai pihak dan lembaga terkait menyampaikan berbagai keluh kesah tentang keadaan yang memprihatinkan tersebut.

Pihak penyedia transportasi mengaku tidak mampu memberikan mutu layanan lebih baik karena alasan biaya operasional yang tinggi sebagai akibat mahalnya suku cadang dan naiknya harga BBM. Pemerintah sebagai pemegang kebijaksanaan berdalih tidak memiliki dana cukup untuk membangun prasarana transportasi yang memadai.

Polisi sebagai pengawas lalu lintas di lapangan pun menyesalkan perilaku sopir angkutan umum yang sulit diatur, bertindak sembrono dan terkadang membahayakan pemakai jalan lainnya. Sedang para sopir angkutan juga tidak bisa disalahkan begitu saja karena mereka harus bersaing dengan angkutan lainnya untuk memenuhi target setoran yang telah ditentukan pemilik kendaraan.

Transportasi umum yang seharusnya bisa menjadi alternative alat transportasi murah dan dapat menekan tingkat kemacetan belum dapat diandalkan. Masyarakat enggan memilih angkutan umum kecuali terpaksa. Mereka lebih memilih kredit sepeda motor daripada menggantungkan transportasinya ke angkutan umum. Waktu perjalanan yang tidak pasti karena terlalu sering ngetem, ongkos yang cukup mahal, ketidakpraktisan karena sering harus berganti angkot atau tidak langsung mencapai tujuan, membuat angkutan umum ini kurang diminati masyarakat dan hanya penuh pada jam-jam tertentu saja. Akibatnya, banyak angkutan yang sepi penumpang, berjalan pelan, dan sering berhenti menunggu calon penumpang yang tidak tentu akan muncul dari mana.

Fenomena ini sudah menjadi lingkaran setan. Penumpang malas menggunakan angkutan umum sehingga angkutan umum sepi, sepinya penumpang membuat awak angkutan sering ngetem karena satu penumpang sangat berharga, terlalu sering ngetem membuat penumpang makin malas menggunakan angkutan umum, dan seterusnya. Jika dibiarkan maka bisa berakibat kota-kota besar lebih macet karena banyaknya kendaraan pribadi dan angkot kosong, usaha angkot tidak memiliki harapan, dan ongkos naik angkutan umum semakin mahal.

Saat ini telah tersedia tranportasi umum seperti Transjogja. TransJogja merupakan sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta , Indonesia. TransJogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang dicanangkan Departemen Perhubungan. Sistem ini mulai dioperasikan pada awal bulan Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan, Pemerintah Provinsi DIY. Dengan motto pelayanannya  ”Aman, Nyaman, Andal, Terjangkau, dan Ramah lingkungan”.

Bus Trans Jogja

Sistem yang menggunakan bus (berukuran sedang) ini menerapkan sistem tertutup, dalam arti penumpang tidak dapat memasuki bus tanpa melewati gerbang pemeriksaan, seperti juga TransJakarta. Selain itu, diterapkan sistem pembayaran yang berbeda-beda: sekali jalan, tiket pelajar, dan tiket umum berlangganan. Ada tiga macam tiket yang dapat dibeli oleh penumpang, yaitu tiket sekali jalan (single trip), dan tiket umum berlangganan. Tiket ini berbeda dengan karcis bus biasa karena merupakan kartu pintar (smart card). Karcis akan diperiksa secara otomatis melalui suatu mesin yang akan membuka pintu secara otomatis. Penumpang dapat berganti bus tanpa harus membayar biaya tambahan, asalkan masih dalam satu tujuan.

Pengelola TransJogja adalah PT Jogja Tugu Trans, sebagai wujud konsorsium empat koperasi pengelola transportasi umum kota dan pedesaan di Yogya (Koperasi Pemuda Sleman, Kopata, Aspada, dan Puskopkar) dan Perum DAMRI. Terdapat pula halte yang berada di dekat obyek wisata serta tempat publik penting, seperti Sekolah, Universitas, Rumah Sakit, Bank, Samsat serta Perpustakaan. Dengan adanya TransJogja, mempermudah masyarakat setempat dalam bepergian.

Dengan berbekal uang Rp 3.000,- seorang penumpang dapat mencapai tempat tujuan dan berkeliling kota Jogja sesuai dengan rute bus TransJogja tersebut. Penumpang juga bisa menanyakan arah rute kepada petugas di Shelter, sehingga kita tidak perlu khawatir dan takut tersesat sebagai seorang yang baru menginjakkan kakinya di Kota Pelajar ini. Kita tinggal ngomong tempat tujuan kita nanti petugasnya akan memberi tahu kita bus mana yang harus kita naiki. Jadi, TransJogja merupakan transportasi umum yang berbeda dengan transportasi umum lainnya. Hal ini menjadi kebanggaan dan idaman masyarakat setempat. Dimana kita tidak perlu menunggu terlalu lama karena sudah ada rutenya tersendiri. Selain itu, dengan ongkos yang murah, kita merasa aman dan nyaman karena bus tersebut ber-AC dan kejadian kriminal seperti pencopetan dapat dihindari. Mari kita ciptakan Yogyakarta tetap menjadi Yogyakarta yang berhati Nyaman.

About Prista Ayu
Mahasiswa yang baru belajar nGeblog, Ngeblog untuk sekedar sharing ilmu, pengalaman, dokumentasi hidup, dan mencari teman. Boleh hanya numpang lewat tapi kalau mau komentar akan saya beri ucapkan terima kasih plus backlink gratis karena Blog ini sudah Dofollow -:). Boleh ngasih saran, kritik, caci maki tapi kalau nyepam tak masukin penjara Akismet he he he he ….

2 Responses to Transportasi Umum Idaman

  1. dewayt says:

    bisnya kok kecil ya? beda sm transjakarta

  2. andrefeb says:

    bagus sekali bisnya (masih baru?). tapi yang lebih bagus sistemnya, nggak seperti bis-bis kecil di jakarta (yang nggak jelas haltenya).
    salam kenal. kalo ada waktu silakan mampir di :
    http://maskomuter.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: